Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

29 November 2010

Panda China Masuk Pasar Otomotif Indonesia




JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah memasarkan MK dan MK-2, PT Geely Mobil Indonesia (GMI) menyodorkan produk terbarunya, Panda, yang baru diluncurkan di kantor pusatnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/11/2010). Beda dengan dua kendaraan sebelumnya, city car ini diimpor utuh (completely built up atau CBU) dari China.

Sebagai pendatang baru di segmen city car, Panda dengan mesin DOHC 1.342 cc adalah yang terbesar di kelasnya dibanding dengan pesaingnya, seperti Suzuki Splash, Hyundai i10, Chevrolet Spark, dan Kia Picanto. Tenaga yang dihasilkan Panda adalah 86 HP pada 6.000 rpm dengan torsi 110 Nm pada 5200 rpm.

Untuk varian tertinggi, mobil dengan dimensi 3.598/1.630/1.465 mm ini dilengkapi fitur keamanan, seperti ABS, EBD, 6 airbag, dan pembatas kecepatan (speed limiter). Tak cuma itu. Untuk fitur kenyamanan, Geely antara lain menyediakan power steering dan jok kulit yang semuanya merupakan opsi tambahan.

Mengenai harga, Panda ditawarkan Rp 95 juta-Rp 150 juta on the road Jakarta dalam dua pilihan varian, yakni GS dan GL, dengan lima pilihan warna.

"Target awal sampai akhir tahun bisa terjual 70 unit. Sementara itu, jumlah unit yang dipasok adalah 170 unit," ujar A Budi Pramono, Presdir GMI, di sela-sela peluncuran Geely Panda di Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini.

Dengan rentang harga sampai Rp 150 juta, hal ini menjadi tantangan berat bagi Panda untuk bisa diterima konsumen Indonesia. Kecuali, harga tertingginya bisa di bawah Rp 100 juta.

28 November 2010

Indonesia Berpotensi Bangun 30 Reaktor Nuklir

 

Liputan6.com, Jakarta: Indonesia berpotensi membangun 30 lebih reaktor nulir. Soalnya, negeri ini didukung faktor geologi dan bahan baku yang memadai. Potensi ini disampaikan Staf Ahli Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Dr Wawan Purwanto di Pangkalpinang, baru-baru ini.

"Setiap provinsi di Indonesia mimiliki potensi untuk dibangun reaktor nuklir karena bahan bakunya banyak dan secara geologi cukup mendukung," kata Wawan.

Wawan menjelaskan, saat ini baru terdapat tiga reaktor nuklir di Indonesia, yaitu di Serpong, Yogyakarta, dan Bandung dengan daya sekitar 90 megawatt. "Satu reaktor memiliki kekuatan daya 30 megawatt untuk pertanian dan kesehatan. Sementara untuk nuklir bisa mencapai 10 ribu megawatt untuk satu reaktor," tambah Wawan.

Menurut Wawan, Korea saja yang luas negaranya hanya sepertiga Pulau Jawa bisa memiliki 20 reaktor nuklir. Sedangkan Cina sudah membangun 30 reaktor. "Sementara Indonesia baru punya tiga reaktor dengan skala kecil. Padahal setiap provinsi memungkinkan untuk dibangun reaktor nuklir," ujarnya.

Wawan menambahkan, energi tenaga nuklir sangat murah dan tidak rawan pencemaran. Untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), cukup menyediakan areal seluas 25 hektare.

"Babel (Bangka Belitung) sudah ditetapkan tempat PLTN di Kabupaten Bangka Barat. Provinsi ini akan lebih cepat maju jika PLTN berhasil dibangun," ujarnya.

Menurut Wawan, pro-kontra terhadap pembangunan PLTN dan adanya ketakutan masyarakat karena ketidaktahuan tentang pentingnya energi ini. "Kalau PLN sudah mendukung sepenuhnya karena yang mengelolanya PLN dan tentu mereka profesional," ujarnya.

Sampai saat ini, pihaknya terus mendorong pemerintah untuk membangun PLTN. "Di negara-negara maju sudah mengembangkan nuklir ini karena sangat penting dan lebih murah dibanding energi lain," kata Wawan.(ULF/Ant)